Rabu, 24 April 2019

Tugas 6

                                                             Hakekat Media Pembelajaran


A. Hakikat, Fungsi, dan Peranan Media Pembelajaran

     Menurut Sri Anitah (2009:2) menyatakan bahwa “media pembelajaran adalah setiap orang, bahan, alat, atau peristiwa yang dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan pembelajar menerima pengetahuan, keterampilan, dan sikap.



     Fungsi  media pembelajaran yaitu sebagai sarana bantu untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang lebih efekitif. Media pembelajar bertujuan untuk mempercepat proses belajar sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan mengurangi salah penafsiran.
Peranan media pembelajaran sebagai berikut : 
1)Media yang digunakan guru sebagai penjelas dari keterangan terhadap suatu bahan yang guru sampaikan.
2)Media dapat memunculkan permasalahan untuk dikaji lebih lanjut dan dipecahkan oleh siswa dalam proses belajar mengajar.
3)Media sebagai media sumber belajar bagi siswa  
 
B. Jenis dan Karakteristik Media Pembelajaran
    Media pembelajaran pada umumnya dapat di kelompokkan ke dalam 3 jenis, yaitu: 
    1.Media Visual
            Merupakan media yang hanya dapat dlihat dengan menggunakan indera penglihatan. Jenis media inilah yang sering digunakan oleh guru-guru sekolah dasar untuk membantu menyampaikan isi atau materi pembelajaran.
       a. Media Visual yang Diproyeksikan 
       b. Media yang menggunakan alat proyeksi sehingga gambar atau tulisan tampak pada layar
       c. Media Visual Tidak Diproyeksikan
Jenis media visual yang tidak di proyeksikan yang dijelaskan dalam kegiatan belajar.
1). Gambar Fotografik
2). Grafik
3).Diagram
4). Poster
5). Kartun
6).  Media tiga dimensi
   2. Media Audio
            Merupakan media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan para siswa untuk mempelajari bahan ajar.
·         Kaset Suara
·         CD Audio
·         Program Radio
   3. Media Audio Visual
            Merupakan media yang kombinasi audio dan visual atau disebut media pandang dengar. Dalam hal ini guru tidak selalu punya peran sebagai penyaji materi, tetapi penyajian materi bisa diganti oleh media audio visual dan peran guru beralih menjadi fasilitator belajar. Contoh dari media audio visual yaitu:
·                          1)Program video/televisi pendidikan
·                          2)Video/televisi instruksional
·       
       C. Pemilihan Penggunaan, Perawatan Media Pembelajaran Sederhana
1. Pemilihan Media Pembelajaran
Terdapat tiga hal utama yang perlu menjadi dasar pemilihan media:
a) Tujuan Pemilihan Media Pembelajaran
Dalam hal ini harus ada tujuaan pemilihan media pembelajaran yang jelas.
b) Karakteristik Media Pembelajaran
Setiap media pembelajaran memiki karakterisitk tertentu, baik dilihat dari segi kendalanya, cara pembuatannya maupun cara penggunannya.
c) Alternatif Media Pembelajaran yang dapat Dipilih
Memilih media pada dasarnya merupakan proses mengambil atau menentukan keputusan dari berbagai bahan pilihan yang ada.
      2. Penggunaan Media Pembelajaran
         Penggunaan media pembelajaran perlu memperhatikan tujuan yang ingin dicapai, sifat dari bahan ajar, karakteristik sasaran belajar (siswa), dan kondisi tempat/ruangan.
      3. Pemeliharaan media Pembelajaran
  * Dalam media grafis cara perawatannya yaitu dengan tidak menyimpannya  tidak digulung atau dilipat.
  * Diupayakan dengan pembuatan display atau papan penyajian.
               * Sediakan ruang tertentu untuk penyimpanan berbagai media pembelajaran.
              untuk pemeliharaan media pembelajaran agar awet dan dapat digunakan lebih lama perlu diupayakan berbagai cara, baik secara teknis, misalnya dengan memberi bingkai pada media grafis, maupun yang lebih ideal, yaitu menyediakan tempat atau ruangan yang secara khusus diset untuk penyimpanan berbagai jenis media pembelajaran. 

 D. Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar
   Sumber belajar  dapat diartikan sebagai segala hal di luar diri anak didik yang memungkinkannya untuk belajar, dapat  berupa pesan, orang, bahan, alat teknik dan lingkungan. Pembelajaran yang sedang dikembangkan sekarang adalah pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar yang dikenal dengan pembelajaran konteksual. Guru dalam mengajar tidak terikat pada buku teks, dan menjelaskan kepada siswa tentang konsep-konsep, istilah-istilah dan teori-teori di kelas secara abstrak dan siswa berusaha untuk memahami jalani pikiran guru. Guru menjadi satu-satunya sember belajar dan pembelajaran berpusat pada guru.

Adapun manfaat lingkungan sebagai sumber belajar:
       1.  Membuat siswa mendapatkan informasi berdasarkan pengalaman langsung.Membuat siswa       mudah mencapai sasaran pembelajaran yang telah ditetapkan 
       2.  Membuat siswa mengenal dan mencintai lingkungan yang pada akhirnya mengagumi dan             mengagungkan penciptanya  
       3.  Membuat pelajaran lebih konkrit
       4.  Biaya relatif murah
       5.  Penerapan ilmu menjadi lebih mudah, sesuai dengan permasalahan yang dihadapi dalam            kehidupan sehari-harinya, sehingga siswa akan merasakan bahwa belajar itu bermakna dan      menarik.
       6.  Sesuai dengan prinsip didaktik dan perkembangan 
       7.  Mengembangkan motivasi dan prinsip “Belajar  Bagaimana Belajar”, dengan dasar metoda       ilmiah dan pengembangan ketrampilan proses, sehingga tertanam sikap ilmiah.


Daftar Pustaka
Anitah, sri. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka. 

Rabu, 10 April 2019

Tugas 5


PEMILIHAN METODE MENGAJAR

A. Hakikat dan Faktor-Faktor dalam Pemilihan Metode Mengajar

1. Hakikat Metode Mengajar dalam Pembelajaran
Menurut Sri Anitah (2007:5.4) Metode mengajar merupakan salah satu komponen yang harus di gunakan dalam kegiatan pembelajaran karena untuk mencapai tujuan pembelajaran maupun dalam upaya membentuk kemampuan siswa diperlukan adanya suatu metode atau cara mengajar yang efektif.
Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penggunaan metode mengajar, yaitu sebagai berikut :
a. Metode mengajar harus memungkinkan dan dapat meningkatkan keingin tahuan siswa
b. Metode mengajar harus dapat memberikan peluang untuk berekspresi yang kreatif
c. Metode mengajar membuat siswa memecahkan masalah
d. Metode mengajar harus memungkinkan siswa untuk menguji suatu kebenaran
e. Metode mengajar membuat siswa untuk menemukan suatu topik permasalahan
f. Metode mengajar harus membuat siswa menyimak dalam pelajaran
g. Metode mengajar harus membuat siswa menjadi menadiri
h. Metode mengajar membuat siswa mampu bekerja sama
i. Metode mengajar harus membuat siswa termotivasi dalam belajar
2. Faktor-Faktor Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pemilihan Metode Mengajar
            a. Tujuan pembelajaran atau kompetensi siswa
            b. Karakteristik bahan pelajaran atau materi pelajaran.
            c. Waktu yang digunakan.
            d. Faktor siswa.
            e. Fasilitas, media dan sumber belajar.

B. Jenis-Jenis Metode Mengajar
1. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah suatu cara penyajian bahan atau penyampaian  bahan pelajaran secara lisan dari guru. Ceramah yang baik adalah ceramah yang bervariasi artinya ceramah yang dilengkapi dengan penggunaan alat dan media serta tambahan dialog.
2. Metode Diskusi
Metode diskusi merupakan cara mengajar yang dalam pembahasan dan penyajian materinya melalui suatu problema atau pertanyaan yang harus di selesaikan berdasarkan pendapat atau keputusan secara bersama.
3. Metode Simulasi
Metode simulasi berupa pe,mbelajaran yang dilakukan oleh kelompok untuk melakukan aktivitas belajar yang berhubungan dengan masalah individu sebagai makhluk sosial.
4. Metode Demontrasi
Metode demonstrasi merupakan metode yang menyajikan bahan pelajaran dengan menunjukkan secara langsung objek atau cara melakukan sesuatu. Metode demonstrasi memiliki tujuan untuk memperjelas konsep dan proses terjadinya sesuatu karena siswa melihat sendiri proses tersebut.
5. Metode Eksperimen
Metode eksperimen yaitu dimana guru dan siswa mengerjakan sesuau serta mengamati proses dan hasil pekerjaannya. Eksperimen dapat dilakukan secara kelompok maupun individu sistemik dan sistematis. Eksperimen harus dimulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan kajian hasil.
6. Metode Karyawisata
Pembelajaran karyawisata artinya aktivitas belajar siswa di bawa keluar kelas. Karya wisata lebih menitik beratkan pada perjalanan yang relative jauh dari kelas/sekolah untuk mengunjungi tempat-tempat yang berkaitan dengan topic bahasan.
7. Metode Pemecahan Masalah
Metode pemecahan masalah digunakan dalam implementasi pembelajaran terpadu maupun kontekstual karena pembelajaran ini dikembangkan secara integritas antara kemampuan siswa dengan topik bahasan maupun lingkungan.

C. Hubungan Pengalaman Belajar
Pengalaman belajar yang di bentuk dalam pembelajaran memiliki keterkaitan yang kuat  dengan metode mengajar. Pembelajaran adalah suatu proses yang berkelanjutan berdasarkan atas pengalaman. Pembelajaran yang berbasis pengalaman lebih mengutamakan proses dari pada produk sehingga pembelajaran harus mengutamakan aktivitas siswa guna membentuk maupun membangun kemampuan siswa. Setiap pemilihan dan penggunaan metode mengajar akan berdampak terhadap pengalaman siswa dalam pembelajaran. Hubungan pengalaman denagn metode mengajar dapat dilihat dari karakteristik metode mengajar itu sendiri.


DAFTAR PUSTAKA
Anitah, Sri. 2007. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

Selasa, 02 April 2019

Tugas 4


PROSEDUR PEMBELAJARAN
A.        Kegiatan Pra dan Awal Pembelajaran
1.   Kegiatan Pra Pembelajaran
Kegiatan Pra Pembelajaran (prainstruksional) adalah kegiatan pendahuluan yang di berikan untuk mempersiapkan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Kegiatan pra pembelajaran biasanya bersifat umum dan tidak berkaitan langsung dengan kompetensi atau materi yang akan dibahas dalam kegiatan inti pembelajaran. Proses pembelajaran akan berhasil dengan baik apabila guru dapat mengkondisikan kegiatan belajar secara efektif.

Upaya yang dapat dilakukan guru pada tahap pra pembelajaran di antaranya adalah sebagai berikut:
a.       Menciptakan Kesiapan Belajar.
b.      Memeriksa Kehadiran Siswa.

c.       Menciptakan sikap dan suasana kelas yang menarik.

d.      Menciptakn suasana belajar yang demokratis.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan guru dalam menciptakan kesiapan siswa dalam belajar:
·         Membantu atau membimbing siswa dalam mempersiapkan fasilitas/sumber belajaryang diperlukan dalam kegiatan belajar.
·         Menciptakan kondisi belajar untuk meningkatkan perhatian siswa dalam belajar.
·         Menunjukkan minat dan penuh semangat yang tinggi dalam mengajar.
·         Mengontrol (mengelola) seluruh aktivitas siswa mulai dari awal sampai akhir pembelajaran.
·         Menggunakan berbagai media pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran dan minat siswa.
·         Mengembangkan kegiatan belajar yang memungkinkan  siswa dapat melakukannya.

2.      Kegiatan Awal Pembelajaran

Kegiatan awal dilaksanakan untuk membangkitkan motivasi dan perhatian siswa dalam mengikuti pembelajaran, memberikan gambaran yang jelas tentang batas-batas tugas atau kegiatan yang akan dilaksanakan dan menunjukkan hubungan antara pengalaman anak dengan materi yang akan dipelajari. Selain itu Kegiatan awal pembelajaran dilaksanakan untuk menyiapkan mental siswa dalam memasuki kegiatan inti pembelajaran.
Kegiatan yang dapat dilakukan guru dalam tahap kegiatan  awal pembelajaran :
1.      Menimbulkan motivasi dan perhatian siswa
2.      Memberi Acuan
3.      Membuat Kaitan
4.      Melaksanakan Tes Awal
Dalam melaksanakan kegiatan awal pembelajaran guru harusnya melakukan :
a.       Memahami latar belakang (termasuk kemampuan) siswa,
b.      Dapat membangkitkan (menarik) perhatian siswa sehingga perhatian siswa terpusat pada pelajaran yang akan diikutinya.
c.       Dapat memberikan bimbingan belajar secara kelompok maupun individu,
d.      Dapat menciptakan interaksi edukatif yang efektif sehigga siswa merasakan adanya suasana belajar yang aman dan menyenangkan,
e.       Memberikan penguatan kepada  siswa
f.       Menanamkan disiplin pada siswa.

B.         Kegiatan Inti Dalam Pembelajaran

1.      Pembahasan Materi Pelajaran dalam Pembelajaran Klasikal
Pembelajaran klasikal dapat digunakan apabila materi pelajaran lebih bersifat informasi atau fakta. Selain itu pembelajaran klasikal terutama ditujukan untuk memberikan informasi atau sebagai pengantar dalam proses pembelajaran (Depdikbud, 1990).
a.       prinsip-prinsip pembelajaran klasikal.
·         Sistematis

·         Perhatian dan Aktivitas

·         Media pembelajaran
·         Latihan atau penugasan
b.      Kegiatan inti dalam pembelajaran klasikal.
Pertama, menyajikan (presentasi) bahan pelajaran dengan ceramah bervariasi.
Kedua, melakukan asosiasi dan memberikan ilustrasi untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap bahan pelajaran dengan cara menghubungkan atau mengaitkan materi yang sedang dipelajari dengan situasi nyata atau dengan bahan pelajaran yang lain ayau dengan bahan pelajaran yang menggambarkan sebab akibat.
2.      Kegiatan inti dalam pembelajaran kelompok
Metode yang sering digunakan dalam belajar kelompok adalah metode diskusi. Metode ini membina siswa untuk belajar secara sistematis berdasarkan pada prosedur yang harus ditempuh.
a.       Prinsip-prinsip pembelajaran kelompok
·         Adanya topik dan permasalahan
·         Pembentukan kelompok
·         Kerja sama
·         Perhatian
·         Motivasi
·         Sumber belajar dan fasilitas
·         Latihan dan tugas

b.      Kegiatan inti dalam pembelajaran kelompok
Pertama, merumuskan masalah berdasarkan topik pembahasan dan tujuan pembelajaran oleh siswa di bawah bimbingan guru.
Kedua, mengidentifikasi masalah atau sub-submasalah berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan.
Ketiga, analisis masalah berdasarkan sub-submasalah. Dalam tahap ini siswa dikondisikan secara inddividu dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan dan persialaan sampai mencapai satu kesepakatan untuk menjawab persoalan kelompok.
Keempat, menyusun laporan oleh masing-masing kelompok.
Kelima, melaporkan hasil diskusi kelompok kecil pada seluruh kelompok dilanjutkan diskusi kelas yang langsung dibimbing oleh guru sekaligus melaksanakan penguatan pemahaman konsep dan prinsip yang diperoleh dari diskusi.

3.      Pembahasan Materi Pelajaran dalam Pembelajaran Perseorangan
Kegiatan pembelajaran perseorangan dapat membantu proses pembelajaran yang mengarah pada optimalisasi kemampuan siswa secara individu. Kegiatan pembelajaran perseorangan ditujukan untuk manampung pengayaan dan perbaikan (Depdikbud: 1990: 39).
Pertama, menjelaskan secara singkat materi pelajaran yang akan ditugaskan atau dilatihkan pada siswa.
Kedua, memberikan lembar kerja atau tugas. Pada tahap ini guru memberikan bimbingan atau arahan yang sistematis secara lisan dan tertulis. Selain itu, guru juga hendaknya memberikan stimulus supaya siswa mampu melakukan interaksi dan asosiasi sehingga tugas dapat dilaksanakan secara optimal.
Ketiga, memantau dan menilai kegiatan siswa, pada kesempatan ini guru memantau kegiatan yang dilakukan siswa dan memberikan bimbingan apabila ada yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas/ latihan.
C.        Kegiatan Akhir dan Tindak Lanjut Pembelajaran

1.      Kegiatan Akhir Pembelajaran
Kegiatan  akhir pembelajaran tidak hanya diartikan sebagai kegiatan untuk menutup pelajaran, akan tetapi yang lebih penting adalah untuk  mengetahu penguasaan siswa terhadap kompetensi yang diterapkan. Kegiatan yang bisa dilakukan guru adalah memberikan tes, baik lisan maupun tertulis. Selain itu guru melakukan kegiatan akhir pembelajaran agar siswa memperoleh gambaran yang utuh  tentang pokok-pokok materi yang sudah dipelajarinya.
a.       Meninjau kembali penugasan siswa
Dalam meninjau siswa guru harus melakukan dua cara yaitu merangkum (menyimpulkan) pokok materi atau membuat ringkasan materi pelajaran.
Hal-hal yang harus di perhatikan guru ketika melakukan kegiatan merangkum :
·         Beorientasi pada acuan hasil belajar dan kompetensi dasar.

·         Singkat, jelas dan bahasa (tulisan/lisan) mudah dipahami.

·         Kesimpulan/rangkuman/ringkasan tidak keluar dari topic yang telah dibahas.

·         Dapat menggunakan waktu yang sesingkat mungkin.

b.      Melaksanakan Penilaian

Melalui kegiatan penilaian akhir, guru akan mengetahui tercapi tidaknya kemampuan yang diharapkan dikuasai siswa. Memberikan tes merupakan salah satu kegiatan yang sering dilakukan guru. Untuk itu, guru perlu memiliki kemampuan mengembangkan alat evaluasi untuk mengukur hasil belajar siswa.
2.      Melaksanakan kegiatan tindak lanjut pembelajaran
Berikut ini kegiatan tindak lanjut pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru sebagai tersebut:
·         Memberikan tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah
·         Membahas kembali bahan pelajaran yang belum dikuasai oleh siswa
·          Membaca materi pelajaran tertentu
·         Memberikan motivasi atau bimbingan belajar
·         Mengemukakan tentang topik yang akan dibahas pada waktu yang akan datang

Daftar Rujukan
Sri Anitah.2007. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka
Priansa, Donni Juni. 2017. Pengembangan Strategi dan Model Pembelajaran. Bandung: CV Pustaka Setia