Rabu, 22 Mei 2019

Tugas 11


DISIPLIN KELAS
A.    Hakikat Disiplin Kelas
1.      Disiplin dan Disiplin Kelas
a.       Disiplin
Pada setiap peristiwa terdapat aturan dan taat pada aturan tersebut. Kebiasaan bangun pagi, keharusan berbaris ketika masuk kelas, membuang sampah pada tempat yang disediakan, belajar pada waktu tertentu adalah aturan yang ditaati oleh anak-anak. Jadi dapat disimpulkan bahwa disiplin adalah ketaatan terhadap aturan

b.      Disiplin Kelas
Disiplin kelas dilandasi oleh adanya hubungan guru-siswa dalam kelas. Disiplin merupakan sebagai bagian pengelolaan kelas yang terutama berurusan dengan penanganan perilaku yang menyimpang.

Disiplin dapat berarti tingkat keteraturan yang terdapat pada satu kelompok, yaitu dalam kelas atau teknik yang digunakan guru untuk membangun atau memelihara keteraturan dalam kelas. Disiplin berarti hukuman sehingga mendisiplinkan berarti menghukum.

2.      Disiplin Kelas
Disiplin perlu dipelajari serta dihayati oleh siswa, agar siswa mampu mendisiplinkan dirinya sendiri. Tanpa diajarkan atau dipelajari, disiplin tidak akan tumbuh dan berkembang karena disiplin bukan merupakan faktor bawaa, tetapi sesuatu yang harus dipelajari dan dihayati.
Keberhasilan dan kegagalan sekolah tergantung pada tingkat ketercapaian dalam menerapkan disiplin yang sempurna. Keteraturan kehidupan sekolah dan ketaatan setiap orang pada aturan tersebut sangat berperan dalam keberhasilan, meskipun masih banyak faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan.
Tingkat ketaatan siswa yang tinggi terdapat aturan kelas, maka ketaatan tersebut tumbuh dari diri sendiri, bukan dipaksakan, akan menciptakan iklim belajar yang kondusif, yaitu iklim belajar yang menyenangkan sehingga siswa terpacu untuk belajar.
Sebaliknya tingkat ketaatan yang rendah terhadap aturan kelas akan membuat iklim belajar yang tidak kondusif, tidak menyenangkan.
Kebiasaan untuk mentaati aturan di dalam masyarakat akan memberi dampak yang luas bagi kehidupan siswa di dalam masyarakat. Siswa yang terbiasa mentaati aturan di kelas, akan mentaati pula aturan yang ada di dalam masyarakat.
 
3.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Disiplin Kelas
a.       Faktor fisik
Faktor fisik yang mempengaruhi disiplin kelas mencakup guru, siswa dan ruang kelas. Guru yang penampilannya rapi, sehat, dan tampak bersemangat akan lebih mudah mengatur siswa daripada guru yang tampak lusuh dan lesu.
Kondisi fisik siswa yang prima, serta panca indra yang sehat akan mempengaruhi ketaatan siswa pada aturan, tetapi siswa yang sakit atau sedang kelaparan maka akan sulit memusatkan perhatian pada pelajaran.
Kondisi fisik ruang kelas, yang mencakup keamanan dan suasana peralatan, serta cara penggunaan alat-alat pelajaran juga mempengaruhi tingkat disiplin siswa. Kelas yang berantakan atau kondisinya sudah rusak sehingga dapat membahayakan siswa akan dapat mengurangi kataatan siswa pada aturan.
b.      Faktor Sosial
Kualitas interaksi sosial atau kualitas hubungan guru-siswa juga mempengaruhi disiplin kelas. Hubungan yang akrab dan sehat, saling mempercayai akan mampu meningkatkan disiplin kelas. Sebaliknya, hubungan yang tidak akrab, tidak sehat (rasa iri, cemburu), serta saling mencurigai akan mengurangi ketaatan siswa pada aturan kelas.
c.       Faktor Pisikologis
Faktor pisikologis atau kejiwaan dianggap sangat berpengaruh pada tingkat kedisiplinan siswa. Faktor psikologis mencakup, antara lain perasaan (senang, sedih, marah, bosan, benci), dan kebutuhan (keinginan untuk dihargai, diakui, dan di sayangi).
Siswa yang sedih, marah atau bosan akan berbeda tingkat kepatuhannya dibandingkan dengan mereka yang sedang bergembira. Rasa kecewa karena beberapa hal, baik yang terjadi di rumah maupun di sekolah akan mempengaruhi disiplin. Demikian rasa puas, terpenuhinya keinginan untuk dihargai dapat mempengaruhi disiplin.

B.     Strategi Penanaman dan Penanganan Disiplin Kelas
1.      Pandangan tentang Penanaman dan Penanaman Disiplin Kelas
a.       Pandangan yang berfokus pada guru
Guru harus berusaha agar suswa mengerjakan apa yang diinginkan oleh guru. Guru mendiktekan aturan yang harus dipatuhi siswa dan jika ia melanggarnya, ia mungkin akan mendapatkan perlakuan khusus.

b.      Pandangan yang berfokus pada kepentingan siswa, bukan kepentingan guru
Guru harus selalu melihat apa yang dibutuhkan oleh anak dan guru harus berupaya agar kebutuhan tersebut dapat dipenuhi. Siswa hendaknya diberi kesempatan untuk ikut bertanggung jawab atas disiplin kelas. Jika ingin anak mampu menjadi manusia yang bertanggung jawab dalam masyarakat maka sejak berada di bangku sekolah kesempatan itu harus di diberikan kepada siswa.

c.       Pendekatan yang berhasil dalam membangun disiplin
Pendekatan yang menghormati hak individu, mendorong peningkatan konsep diri siswa, serta memupuk kerja sama.

d.      Pandangan humanistik, yaitu pandangan yang menekankan kemanusiaan
Perlunya komunikasi yang terbuka dan jujur antara orang tua dan anak-anak atau guru dam siswa. Komunikasi yang jujur dan terbuka sangat diperlukan sehingga guru tahu apa yang disukai dan tidak disukai anak.

e.       Pandangan kaun behaviorism
Perilaku dapat dipelajari dan dikontrol. Hukuman dan penguatan merupakan dua hal yang dianjurkan untuk digunakan dalam menegakan disiplin.

2.      Strategi Penanaman Disiplin
a.       Modelkan tata tertib yang sudah ditetapkan oleh sekolah
Anak-anak SD sangat taat kepada guru dari pada kepada orang tua, maka diri itu guru perlu memodelkan disiplin itu. Cara terbaik untuk menanamkan disiplin adalah dengan terlebih dahulu mendisiplinkan diri sendiri.

b.      Adakan pertemuan kelas secara berkala
Jika ada aturan yag perlu ditinjau kembali, maka pertemuan kelas dianggap sebagai salah satu alternatif yang efektif untuk menanamkan dan menangani disiplin kelas.

c.       Terapkan aturan secara fleksibel (luwes) sehingga siswa tidak merasa tertekan
d.      Sesuaikan penerapan aturan dengan tingkat pekembangan anak
e.       Libatkan siswa dalam membuat aturan kelas

3.      Strategi Penanaman Disiplin Kelas
a.       Menangani gangguan ringan
Kelas merupakan masyarakat kecil yang penuh dengan interaksi. Gangguan-gangguan ringan yang tidak sampai menggangu kelas secara keseluruhan tentu sering terjadi. Gangguan ringan apabila dibiarkan akan dapat berubah menjadi gangguan berat, oleh karena itu guru seharusnya dapat menerapkan strategi/teknik yang tepat sehingga gangguantersebut tidak berkembang.

b.      Menangani gangguan berat
Gangguan berat atau besar adalah pelanggaran yang dilakukan siswa yang dapat mempengaruhi siswa lain atau mengganggu pelajaran. Oleh karena itu guru memberikan hukuman kepada murid yang bersangkutan/ memanggil orang tua murid yang melakukan pelanggaran.

c.       Menangani perilaku agresif
Perilaku agresif adalah perilaku menyerang yang ditunjukkan siswa di dalam kelas. Misalnya, ada siswa yang berteriak atau menyerang/menyakiti temannya atau bahkan menyerang guru, atau mungkin ada siswa melontarkan kata yang tidal senonoh sambil memukul meja. Oleh karena itu sebainya guru melakukan perubahan atau menukar tempat duduk siswa tersebut atau berusaha berbicara baik-baik dengan siswa yang agresif.

Daftar Rujukan
Anitah, Sri. 2014. Strategi Pembelajaran Di Sd. Tanggerang: Universitas Terbuka


Tidak ada komentar:

Posting Komentar